Era Baru Dimulai di Turin – Juventus memulai babak baru dalam sejarah klub dengan menunjuk Luciano Spalletti sebagai pelatih kepala pada akhir Oktober 2025. Keputusan ini diambil setelah performa inkonsisten di bawah Igor Tudor membuat manajemen Si Nyonya spaceman Tua kehilangan kesabaran. Spalletti, yang sebelumnya sukses membawa Napoli meraih Scudetto, dipercaya untuk mengembalikan Juventus ke jalur juara.
Langkah pertama Spalletti bukan hanya soal taktik, tetapi juga soal komposisi skuad. Ia disebut telah mengidentifikasi kelemahan utama Juventus: lini tengah yang kurang kreatif dan dinamis. Maka, pembelian pertama yang dirancang Spalletti diyakini akan menjadi gelandang yang mampu mengubah ritme permainan.
🔍 Profil Singkat Luciano Spalletti
- Usia: 66 tahun
- Kebangsaan: Italia
- Prestasi Terkini: Juara Serie A bersama Napoli (2022/2023)
- Gaya Bermain: Positional play, penguasaan bola, transisi cepat
- Formasi Favorit: 4-3-3 dan 4-2-3-1
Spalletti dikenal sebagai pelatih yang mampu menghidupkan permainan tim bonus new member 100 lewat pendekatan taktik yang fleksibel dan berbasis kontrol ruang. Ia mengandalkan gelandang kreatif sebagai motor serangan dan pengatur tempo.
🔄 Kebutuhan Juventus: Gelandang Kreatif dan Dinamis
Juventus saat ini memiliki gelandang seperti Manuel Locatelli, Weston McKennie, dan Adrien Rabiot. Namun, tidak ada yang benar-benar berperan sebagai regista atau playmaker murni. Spalletti ingin menghadirkan sosok yang bisa mengatur tempo, membuka ruang, dan memberi umpan vertikal tajam.
Karakteristik gelandang yang dibutuhkan:
- Kemampuan distribusi bola cepat dan akurat
- Mobilitas tinggi untuk mendukung transisi
- Visi bermain yang tajam
- Pengalaman di level kompetitif tinggi
🔥 Kandidat Pembelian Pertama: Siapa yang Dibidik?
Meski belum diumumkan secara resmi, beberapa nama mulai dikaitkan dengan Juventus sebagai target utama Spalletti:
1. Teun Koopmeiners (Atalanta)
Gelandang asal Belanda ini memiliki kemampuan distribusi bola yang luar biasa dan cocok dengan gaya bermain Spalletti. Ia juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan maupun menyerang.
2. Fabian Ruiz (PSG)
Pernah bekerja sama dengan Spalletti di Napoli, Ruiz memiliki pemahaman taktik yang tinggi dan bisa menjadi pilihan ideal untuk mengisi peran regista.
3. Sergej Milinković-Savić (Al Hilal)
Meski bermain di Arab Saudi, SMS masih menjadi incaran banyak klub Eropa. Juventus bisa mencoba membawanya kembali ke Serie A.
📊 Statistik Juventus Musim 2025 (hingga Pekan ke-10)
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Posisi Klasemen | 6 |
| Gol Dicetak | 14 |
| Gol Kebobolan | 11 |
| Rata-rata Penguasaan Bola | 49% |
| Assist dari Gelandang | 3 |
Statistik ini menunjukkan bahwa kontribusi lini tengah terhadap serangan masih minim dan perlu ditingkatkan.
🧠 Taktik Spalletti: Gelandang Sebagai Poros Permainan
Spalletti ingin membangun Juventus dengan pendekatan yang lebih progresif. Ia menekankan pentingnya penguasaan bola dan kontrol ruang. Dalam sistemnya, gelandang bukan hanya penghubung antar lini, tetapi juga pengatur ritme dan kreator peluang.
Dengan gelandang baru yang sesuai, Juventus bisa bermain lebih cair, agresif, dan efisien dalam membongkar pertahanan lawan.
🔮 Proyeksi Musim dan Dampak Transfer
Jika transfer ini terwujud, Juventus akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bersaing di papan atas Serie A. Gelandang baru akan memberi warna baru dalam permainan dan juga meningkatkan kualitas serangan.
Spalletti juga bisa lebih leluasa menerapkan formasi favoritnya dan juga mengembangkan pemain muda seperti Nicolò Fagioli dan juga Fabio Miretti.
🧩 Kesimpulan: Langkah Strategis Menuju Kebangkitan
Pembelian pertama Luciano Spalletti di Juventus bukan sekadar transfer biasa. Ini adalah langkah strategis yang mencerminkan visi jangka panjang sang pelatih. Dengan mendatangkan gelandang kreatif, Spalletti ingin membangun tim yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas secara taktik.